Kumpulan FanFicition Westlife.
Yang mana para tokohnya adalah personil Westlife.

MURNI HANYA CERITA FIKSI SEMATA

Minggu, 07 Oktober 2012

Mystery - Part 1


Rumah itu megah dan besar, dari luar nampak sangat tidak terawat, banyak semak-semak belukar yang tumbuh menjalar ke dinding rumah itu. Rumah megah yang memiliki kebun luas itu juga di tumbuhi oleh ranting-ranting berduri. Dari luar pagar, terletak papan kayu yang tergantung-gantung yang bertuliskan “Marque de Feehily”. Rumah yang tidak terawat itu memamerkan seberkas cahaya lilin dari salah satu rungan di rumah itu.

Seorang lelaki setengah baya tampak sedang berdiri di depan gerbang sambil melihat keadaan rumah itu. Lelaki yang berpakaian serba hitam itu menarik nafas dalam-dalam dan melangkah mantap ke dalam rumah itu. Di bukanya gerbang pagar rumah itu, ia berjalan lurus ke arah pintu besar yang terbuat dari kayu mahogani yang kokoh. Ia mendorong pintu besar itu, tapi ternyata pintu itu terkunci. Lelaki itu pun merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sebuah kunci, di gagang kunci itu, terukir cantik huruf “M&K”. Lelaki itu pun mengarahkan kunci itu ke lubang kunci pintu besar itu, memutar kuncinya hingga terdengar bunyi ‘klik’. Setelah pintu berhasil dibuka, ia pun masuk kedalam rumah itu. Melangkahkan kakinya yang terbalut sepatu hitam legam yang baru di semir di lantai dengan debu setebal 2cm. Lelaki itu menaikki tangga mewah dengan karpet merah tua yang berdebu itu. Lelaki itu tidak membutuhkan penerangan apapun, padahal rumah itu diselimuti oleh kegelapan yang sangat gelap, lelaki itu sepertinya hafal betul dengan seluk beluk rumah ini.

Dengan pelan, lelaki itu melangkahkan kakinya di anak-anak tangga itu, tangga itu berdecit sedikit saat dinaikkinya, langkah demi langkah ia lewati akhirnya ia sampai di puncak anak tangga. Ia membelokkan badannya ke arah kanan, memasuki lorong gelap tanpa penerangan satu pun, tempo berjalannya pun tidak di percepat atau pun di lambatkannya, seolah-olah kedua bola matanya itu memiliki Night camera vision yang dapat membantunya melihat keadaan sekitar yang di selimuti kegelapan itu. Setelah menyusuri lorong itu, ia memberhentikan langkahannya di depan sebuah pintu kayu mahoni dengan ukiran-ukiran rumit yang indah. Ia menempatkan tangannya ke gagang pintu dan memutarnya hingga terbuka. Aroma bau apek seketika menghampiri dirinya, bau lembab air, debu, makanan busuk, hingga bau bangkai hewan kecil seperti tikus dan cicak menghampiri lelaki yang perpenampilan menarik itu.

Ia mengeluarkan sapu tangan berwarna putih yang memiliki inisial huruf ‘K’ di ujung sisi sapu tangan, yang dirajut menggunakan benang berwarna coklat. Ia menutupi hidungnya dengan saputangan itu dan  berjalan ke sisi lain ruangan itu. Ia menghentikan langkahan kakinya di depan sebuah tembok batu bata yang tidak di cat, menempatkan telinganya di salah satu sisi bata itu, mendengarkan dengan seksama hingga ia menempatkan tangannya di batu bata nomor 3 dari kiri dan mendorongnya dengan 1 jari. Batu bata tadi jatuh di balik tembok itu, ia pun memasukkan lengannya ke dalam dan menarik sebuah tuas yang berada di balik tembok. Tak berapa lama setelah itu, tembok itu terbuka, lelaki tadi masuk ke dalam, dan berjalan lurus kearah pintu yang lain di ujung lorong ini.

Dari sela-sela pintu yang lain di ujung lorong, terlihat seberkas cahaya lilin yang dilihatnnya dari luar rumah. Tanpa keraguan dan tanpa ketakutan, ia membuka pintu itu. Ia berada di ruangan luas yang dipenuhi berak-rak buku yang tertata rapi. Rungan dengan interior abad pertengahan itu memiliki gundukan buku di berbagai sisi rungan. Dengan dibantu penerangan lilin kecil yang berada di sudut ruangan, ia mulai menjelajahi rungan itu. Ia berjalan hilir mudik kesana kemari entah mencari apa. Tak sengaja ia menemukan gundukan kertas-kertas yang berada di balik rak buku. Ia mengambil 1 lembar kertas yang berada tak jauh darinya, dan ternyata kertas itu memiliki stempel Pengadilan Tinggi Negara. Yang digunakan sebagai alas tidur oleh seorang lelaki.


TO BE CONTINUED

Jumat, 05 Oktober 2012

Love ~Part 7

Taksi berhenti di depan Apartemen, Bella membayar ongkos taksinya dan keluar dari taksi.
Saat ia melewati meja Informasi, pegawai disana

Rabu, 18 Juli 2012

New and Lost in The same time ~ Part 7 END

Entah menyebar dari mana, kabar meninggalnya Bella Janes Feehily sudah terdengar hingga telinga para wartawan.
Para Wartawan menunggu di luar gerbang rumah sakit karena tidak diizinkan masuk oleh Satpam rumah sakit.
Para Wartawan mulai memainkan lensa kamera mereka setelah melihat 3 mobil berbeda memasuki lingkungan rumah sakit bersama-sama.
Di mobil BMW pertama yang memimpin rombongan, keluarlah Gillian, Angel dan Michael. Michael masih tetap menangis dari subuh hingga sekarang. Angel semakin muram dan tak henti-hentinya mengeluarkan air mata tanpa bersuara sedikit pun.
Di mobil Porsche, keluar Keavy, Kian, Ciaran berserta Finnian dengan wajah sedih.
Di mobil Ferari, keluar Nicky, Michelle, Jay dan Rocco.
Melihat siapa yang keluar dari mobil-mobil itu, tentu saja lampu flash kamera wartawan tak henti-hentinya mengambil gambar mereka satu persatu.

Dari kejauhan, Angel dan Michael melihat ayahnya yang terduduk putus asa dengan pipi memar akibat pukulan Shane dan tangan dibalut perban karena tindakan bodohnya meninju kaca Soda Machine.
"Daddyy..." teriak Michael sambil menangis dan berlari ke pelukkan Mark bersama Angel.

Mark memeluk erat kedua anak kesayangannya ini, berusaha menahan tangis, tapi gagal.
Mark menangis sambil terus memeluk erat kedua anaknya.
Michael menangis sembil terus memanggil-manggil Bella.
Angel seperti biasa, menangis tanpa bersuara.
Michelle, Keavy, Gillian pun ikut menangis melihat pemandangan seperti ini.
Nicky, Kian dan Shane hanya bisa memandang iba dan menahan tangis mereka.

Esoknya, kabar kematian Bella benar-benar manjadi Headline news di berbagai majalah.
Dan Bella juga sudah di makamkan di salah satu pemakaman Elite di London.
Selama 5 hari berturut-turut Michael tidak mau makan, tidak mau kesekolah, tidak mau berhenti menangis dan sepanjang hari memanggil-manggil Bella.
Sama dengan Michael, Angel tidak mau makan juga, terus menangis dalam diam, tidak pergi ke sekolah dan tidak ingin bicara sepatah kata pun.
Sebenarnya Mark benar-benar ingin mati.
Tapi benar apa kata Shane, Mark sebagai seorang Ayah harus memberikan contoh yang baik.
Mark sudah memutuskan untuk memberi nama bayi kembarnya Charlotte dan Isabella.
Sesuai dengan Nama lengkap Bella.
Mark benar-benar sangat menyayangi kedua anak kembarnya itu seperti menyayangi Bella.

Suatu hari, saat Mark sedang memberes-bereskan barang-barang lama Bella, ia menemukan sepucuk surat. yang didalamnya berisi tulisan tangan Bella. Di badan suratnya ditulis 1 minggu sebelum Bella melahirkan.

"Dear Mark, my love. Mark, bagaimana kabarmu ? Aku berharap kamu baik-baik saja, berserta Angel, Michael dan bayi kita. Akhirnya impianmu tercapai. Aku turut bahagia juga, atas kelahiran bayi kita. Tapi aku juga harus minta maaf karena aku tidak bisa membantumu membesarkan mereka semua. Angel, Michael dan bayi kita. Aku benar-benar menyesal tidak bisa melihat mereka tumbuh dewasa, menjadi anak yang berbakti, dan juga berguna bagi kita semua. Aku juga ingin meminta maaf kepadamu, sebenarnya jauh-jauh hari, aku sudah tahu, saat aku melahirkan bayi kita nanti, aku pasti akan meninggal. Bagaiaman aku tahu, sebaiknya kamu tak usah tau. Intinya aku tau hari ini akan datang juga dan aku sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Itulah sebabnya kenapa aku agak aneh atas kehamilan ku kali ini. Tapi aku tidak bisa merusak kebahagiaan kalian semua. Angel,Michael,Keavy,Gillian,Michelle,Nicky,Shane terutama kamu, Mark. 1 hal yang harus kamu tahu pasti dan kamu ingat selalu, I WILL ALWAYS LOVE YOU. Even its sacrifice my life, I will do it. Just for your happiness. Don't blame yourself Mark ! I do it with all my heart. LOVE YOU MARK. Xxx ~Isabelle Charlotte Janes Feehily"


Mark sungguh  hancur dan sakit hati membaca surat itu, ternyata itu semua gara-gara dia yang terlalu berharap.
"Maaf kan aku Bella, aku benar-benar minta maaf. Aku berjanji, aku akan membesarkan anak-anak kita sebaik mungkin"

THE END

Minggu, 15 Juli 2012

New and Lost in The same time ~ Part 6

Karna tidak ingin menghancurkan kebahagiaan mereka semua, Bella menjalani hari-hari kehamilannya dengan senyum dan tegar.
Namun sesekali ia juga menangis dan takut akan tiba saatnya ia pergi nanti.

Pada pertengahan bulan Ferbuari, Bella mulai merasa mulas.
Erangannya membangunkan Mark, erangan itu pastilah sangat keras sehingga Mark bisa terbangun.
"Bella ?? Ada apa denganmu ?" Tanya Mark panik
"I Dunno.. But it's so hurt... Ahhh !.. God.." Erang Bella semakin keras
"Tenang, sayang. Kita akan ke rumah sakit segera." Kata Mark panik seraya mengganti Piyamanya dengan kemejanya.

Wajah Bella sekarang sungguh kesakitan, keringat bercucuran dari segala jurusan.
"Hold on, Babe." Kata Mark panik seraya mengendong Bella hati-hati menuruni tangga sambil berteriak,
"Angel !!! Angel !!" teriak Mark terus menerus seraya menuruni tangga dengan Bella di tangan.
"Daddy ? Ada apa ?" Terdengar suara Angel di atas tangga seraya mengosok-gosok kedua matanya.
"Angel ! Jaga Michael baik-baik. Daddy dan Mommy mau ke rumah sakit. !" Ucap Mark panik

Angel pun tidak banyak nanya dan hanya terdiam, melihat situasi yang benar-benar aneh.
Sepertinya Ibunya akan melahirkan, tapi entah kenapa.
Angel berpikir persalinan kali sungguh berbeda saat Michael lahir dulu.
Mulai dari suara erangan Bella hingga Bella yang setengah sadarkan diri.
Angel juga mulai panik melihat Ayahnya sendiri panik setengah mati, beda saat Michael ingin lahir dulu.
Angel dengan diam memandang pintu utama yang masih terbuka, dari kejauhan ia melihat, mobil Mark yang melaju ekstra cepat membuat hatinya gundah.
Angel seperti terpaku disana, tidak bisa bergerak.
Bahkan Michael yang terbangun dengan wajah kebinggungan menarik-narik gaun tidur kakaknya untuk meminta penjelasan.
Tapi Angel tetap saja terpaku disana. Dan serasa membisu seketika.
"Kakak..." Panggil Michael
"Michael..." Akhirnya Angel bisa berbicara kembali tapi dengan nada bicara orang Hopeless
"Daddy Mommy kemana ?"
"Michael... No matter what, Daddy and me always love you. Mommy too, she love us so much." Isak Angel seraya memeluk Michael.

Entah setan apa yang merasuki Michael, tiba-tiba ia merasa takut, mukanya memucat.
Badannya dingin seperti es.
Michael menangis, dan berteriak-teriak memanggil Ibunya, "Mommy ! Mommy ! Mico love you ! Mommy !" Isaknya.
Melihat kelakuan adiknya, Angel semakin sedih dan hancur.


Di dalam mobil, sepertinya Bella sudah tidak sadarkan diri, tapi tetap saja Mark masih bisa mendengar erangan dari alam bawah sadar Bella.
Mark benar-benar kebinggungan, ia mencoba mengingat kenangan saat Michael lahir dulu.
Sepertinya tidak separah ini.
Mark semakin binggung dan panik, ia menancap gas secepat mungkin ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Bella langsung dibawah ke ruang perawatan untuk di periksa,
Dokter ahli kandungan, Dr. Millicent, mengukur tekanan darah Bella.
Dahinya berkerut. Sekali lagi ia mengukur. Ia memandang perawat, "Bawa segera ke Ruang Operasi !! Cepat !"

Mark yang gelisah di ruang tunggu berjalan hilir mudik kesana kemari.
Ia berkeringat dingin dan wajahnya memucat, ia mengambil ponselnya dan menelepon Shane segera.
Awalnya Shane marah karena Mark membangunkannya di pukul 3 pagi.
Tapi setelah mendengar situasinya, Shane juga ikut panik.
Shane yang tinggal di Cobham, yang hanya 100 KM dari rumah Mark pun meninggalkan Gillian di rumah Mark untuk menjaga Angel dan Michael.
Sedangkan Shane sendiri pergi ke rumah sakit untuk menemani Mark.

Di ruang Operasi, tim dokter sedang berjuang menyelamatkan jiwa Bella. Tekanan darahnya sangat rendah, sementara detak jantungnya tak menentu. Bella diberi oksigen dan transfusi darah. Tapi sia-sia, Bella masih saja tidak sadarkan diri oleh pendarahan otak yang terjadi saat ia ingin melahirkan tadi.
Bayi pertama Bella lahir, bayi lelaki yang sehat dan lucu. dan 2 menit kemudian, bayi keduanya lahir, bayi perempuan yang sehat dan lucu seperti saudaranya yang lahir 2 menit lebih cepat.

Mark melihat, 2 bayi kembar keluar dari ruang operasi.
Ternyata mereka dikarunia anak kembar, hatinya riang bukan main.
Tapi, mengapa Dr.Millicent belum keluar juga ?
Muncul lah beribu-ribu pertanyaan dari benaknya..
Tak berapa lama setelah itu, Shane datang dengan nafas gos gosan.
"Shane.. Aku mendapatkan bayi kembar !" ucap Mark suka cita, tapi masih ada perasaan yang janggal darinya.
"Selamat ! Markie.." Wajah panik Shane berubah gembira. Tapi berubah pucat lagi setelah melihat ekspresi wajah Mark sekarang.

Mr.Millicent dan tim dokter lainnya masih berusaha untuk mempertahankan jiwa Bella, namun sayangnya.
Bella meninggal dunia di meja operasi 1 menit setelah bayi perempuannya di keluarkan.

Mark mendengar suara Dr.Millicent memanggilnya, "Tuan Feehily." Mark mengangkat wajahnya, dan ternyata Dr.Millicent sudah ada di depannya.
"Selamat, Tuan Feehily. Anda mendapatkan bayi kembar yang sehat dan lucu." Kata Dr.Millicent dengan perasaan yang tidak karuan, binggung harus kah ia merasa senang atau sedih. Atas kejadian yang menimpa Mark.
"Terima Kasih ! Bagaimana dengan Bella ?" Tanya Mark tidak sabar.

Dr.Millicent menarik nafas panjang. "Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu kami. Isteri anda meninggal ketika--"
"DIA APA ?!" Mark berteriak histeris. Mark meraih bahu Dr.Millicent dan menguncang-guncangkannya.
"KAU BOHONG ! BELLA TIDAK MATI !!"
"Tuan Feehily--"
"DIMANA ISTERI KU ?! AKU INGIN BERTEMU DENGANNYA..!"

Disamping, Shane berusaha menenangkan Mark yang histeris.
"MARK !" Teriak Shane menghentikan kehisterisan Mark.
"Shane.. Bella..." Isak Mark putus asa
Dr.Millicent pun pergi untuk mengurus surat-surat bayi kembar Mark.
"Mark, aku turut sedih dan berduka cita mendengarnya.Tapi kau harus kuat ! Masih ada Angel, Michael serta 2 bayi kembarmu yang membutuhkan mu." Kata Shane berusaha menahan air matanya.
"Aku sangat mencintai Bella. Aku tidak bisa hidup tanpanya." Sangking Marahnya Mark, Mark meninju pecah kaca Soda Machine yang ada di sebelahnya.
Tangannya memar, berdarah dan memerah.
Mark menendang pecah pot tumbuhan yang ada di dekatnya juga.

Shane yang tidak tahu lagi harus berbuat apa, meninju pipi Mark keras-keras
"MARK ! DENGAR KAN AKU !" Teriak Shane keras, "BELLA DAN KEEMPAT ANAK-ANAKMU TIDAK INGIN MELIHAT AYAHNYA GILA SEPERTI INI !" Teriak Shane tak kalah kerasnya.

Kata-kata Shane tadi membuat Mark sedih dan hancur.
di lain sisi, ia sangat kehilangan Bella. Di lain sisi juga ia tidak boleh sehancur ini di hadapan keempat anaknya.

TO BE CONTINED

Sabtu, 14 Juli 2012

New and Lost in The same time ~ Part 5

Bella bangun dari tidurnya dan anehnya ia tidak mendapati keberadaan Mark.
Ia melihat jam dan ternyata ini sudah jam 9 pagi.
Biasanya Mark belum bangun jam segini.
Tiba-tiba Bella teringat hari ini hari Senin !
Ia harus memasak sarapan, mambangunkan Angel dan Michael dan mengantar mereka ke sekolah.
Bella sesegera mungkin bangkit dari tidurnya dan buru-buru masuk ke kamar Angel.
Anehnya kamar Angel kosong, Bella sudah mencari Angel di kamar mandi, lemari pakaian, ruang belajarnya tapi kosong.

Bella pun keluar dari kamar Angel dan masuk ke kamar Michael.
Michael tidak ada di kamar juga, kamar mandi, lemari pakaian hingga ruang belajarnya.
Dari kamar Michael, terdengar suara mobil yang baru masuk dari gerbang depan.
Bella mengintip dari jendela kamar Michael, ternyata itu adalah mobil Land Rovers milik Mark.
Dengan panik, Bella keluar dari kamar Michael dan menuruni tangga dengan cepat, "Mark ! Angel dan Michael tidak ada di kamar!" Ucapnya panik dan segera menghambur ke pelukan Mark.
"Mereka pergi kemana ?" isaknya putus asa
"Bella.." kata Mark mencoba menenangkan
"Mereka pergi kemana ? Apakah aku berbuat salah pada mereka ?" isaknya lagi dalam pelukkan Mark
"Bella..." Kata Mark lagi
"Mereka menghilang kemana ? sudah ku cari-cari di seluruh kamar mereka." Isaknya semakin keras
"Bella !" ucap Mark tegas untuk menghentikan ocehan Bella.
Bella sempat terkejut mendengar nada bicara Mark.
Bella memandang wajah Mark takut-takut.
Tapi ternyata wajah Mark penuh senyum, yang membuat Bella sedikit lega.
"Tenang dulu. Ayo duduk." Ajak Mark sambil menarik halus tangan Bella.

Setelah mereka berdua duduk, Mark sampai tertawa geli melihat wajah polos Bella yang kebinggungan.
Melihat Mark tertawa, Bella semakin kebinggungan.
"Bella, kenapa kamu hanya mengkhawatirkan Angel dan Michael ? Kenapa kamu tidak bertanya dari mana aku ?" Tanya Mark dengan wajah yang pura-pura tersinggung.
"Aku panik ! Mereka berdua masih kecil. Kalau kamu sudah besar, bisa menjaga diri sendiri. Tapi mereka..." Kata Bella sambil terisak lagi.
"Shhhhh," kata Mark lembut dan menghapus air mata Bella, "Angel dan Michael sudah ada di sekolah."
"Hah ?? Kapan ? Bagaimana ?" Tanya Bella heran
"Aku yang membangunkan mereka dan mengantar mereka kesekolah, sayang." Jelas Mark penuh senyum
"Terus bagaimana dengan sarapan mereka ?" Tanyanya lagi
"Aku mengajak mereka sarapan di Cafe." Jawab Mark penuh senyum
"Tapi, mengapa kamu tidak membangunkan ku ?"
Mark tersenyum hangat, memegang dan mengelus-elus perut Bella, "Karena kamu sedang mengandung anak ku, Bella."
Kata-kata Mark tadi membuat hati Bella perih, ia tak kuasa menahan tangis dan meneluk Mark erat.
"Mark.. Apa pun itu, satu hal yang perlu kamu tau. Aku sangat mencintai mu. Dan mencintai keluarga kita ini." Jelas Bella sambil terus terisak.
"I Love you too." Kata Mark lembut dan mengecup pipi Bella.
"Bella ! Mark sangat mengharapkan bayi ini. Tega kah dirimu menghancurkan kebahagiaan lelaki yang amat kau cintai ini ?" Jerit Bella
kepada diri sendiri.
"I love you so much, love." ungkap Bella lagi
"Me too. I will always love you." Kata Mark lembut.

Mark memandang wajah cantik Bella yang penuh air mata.
Mark mendekatkan mukanya ke arah Bella.
Menempelkan bibirnya di bibir Bella.
Mark memeluk Bella semakin erat.
Membuat mereka berciuman semakin dalam.
Mereka berdua sampai tidak berani bernafas, dengan pelan dan romantis, mereka berdua menikmati setiap detiknya.
Terutama Bella yang takut tidak dapat merasakan ciuman sayang dari Mark lagi.
Mereka pun berhenti setelah mereka berdua kehabisan nafas.
Mark pun mengajak Bella ke halaman belakang untuk menikmati matahari pagi ini yang jarang mereka dapatkan.

TO BE CONTINUED

New and Lost in The same time ~ Part 4

"Selamat ya, Marky!" Ungkap Nicky senang seraya menepuk pundak Mark beberapa kali.
" Thanks, Guys." balas Mark penuh senyum.
"But, it's weird, you know." Ujar Michelle
"Apanya ?" Tanya Mark ingin tahu
"Bella... Dia sangat aneh. Reaksi dan tingkah lakunya sangat berbeda saat mengandung Michael dulu." Ungkap Michelle dengan nada khawatir, dan di jawab oleh anggukkan kepala mereka semua kecuali Mark.
"Kalian tidak bertengkar kan?" Tanya Keavy
"Bertengkar ? Tidak.. Kami baik-baik saja." Jawab Mark sambil berusaha mengingat-ingat kejadian dulu.
Lalu terdengar suara ponsel Kian yang berbunyi, "Daaa, Daa and Maa kapan pulangnya ? Fin ama Ci uda kangen. Fin ama Ci bosen main ama Aunt Rossie mulu."
Sejenak Kian memandang Mark dan di jawab oleh anggukan kepala Mark.
"Sabar ya, Ci. Ini Daa ama Ma bentar lagi mau pulang." jawab Kian lalu menutup ponselnya.
"See... Sorry guys, we gotta go now. Bye.. and Congrats, Mark. You will become a Daddy again." Kata Kian sebelum beranjak dari kursinya bersama Keavy.
"Sepertinya kita harus pulang juga." Kata Nicky dan Shane bersamaan.
"Ok.. Bye, dan terima kasih kalian semua sudah dengan senang hati menjaga Angel dan Michael." Kata Mark di ambang pintu utama.

Mark pun melihat mobil BMW milik Shane, Porsche milik Kian dan Ferari milik Nicky pergi bersamaan dari rumahnya.
Setelah tidak terlihat lagi ketiga mobil milik teman-temannya itu, Mark pun masuk ke dalam rumah.
Dan sempat kaget melihat sesosok perempuan dengan gaun tidur berwarna putih terduduk di atas anak tangga dengan tatapan kosong ke arah Mark.
"She's crying." ujar Angel datar
"Apa ?!" Mark terkejut
"And I know something is bothering her. even I'm not her biological daughter. I can see it from her face and how's Michael react to her. Micheal can feel it, he's know something happen." jelasnya dengan nada datar
"Angel ?" kata Mark heran, ia terkejut dengan tatapan dan nada bicara Angel saat ini.
Tatapan dan nada bicara seperti ini, mengingatkannya dengan kejadian beberapa tahun yang lalu, saat Bella dan Mark belum menikah. Dan saat terjadinya kesalah pahaman antara Mark dan Bella yang mengakibatkan Bella mengembalikan cincin pertunangan mereka.
"Don't make it happen, again,Daddy. Mico and I, love you and Mommy so much, Goodnight" Kata Angel datar.
Angel beranjak dari duduknya dan masuk ke kamarnya.

Sekarang, Mark semakin kebinggungan.
Ia terus mencoba mengingat kejadian sebulan yang lalu.
Saat ia pulang dari World Tour, berusaha mengingat adakah perbuatannya yang membuat Bella jengkel ?
Tapi hasilnya nihil, ia tidak merasa pernah membuat tindakan yang membuat Bella jengkel.
Perasaan Mark bercampur aduk menjadi satu sekarang, perasaan antara senang dan heran.
Mark memutuskan,sebaiknya ia ke atas dan tidur.
Saat Mark masuk ke kamar, ia melihat Bella yang memeluk Michael dalam tidur.
Wajah Bella dan Michael saat tidur benar-benar mendamaikan hati.
Mark mendekat ke arah Michael dan Bella.
Mencium dahi Michael dan Bella bergantian.
Mark pun mengganti kemejanya dengan piyamanya dan merebahkan tubuhnya ke ranjang.
Sekali lagi ia memandang wajah Bella dan mengecup tipis bibirnya, mengelus lembut kepala Michael dan mengelus dengan penuh sayang perut Bella.
Setelah puas, Mark pun menyelimuti Bella, Michael berserta dirinya.
Baru saja Mark memejamkan mata selama beberapa menit, ia sudah ketiduran.

TO BE CONTINUED

New and Lost in The same time ~ Part 3

"Dengan sangat menyesal, Nyonya Feehily.Anda menderita berry aneurysm. Jadi, kami sarankan, lebih baik anda jangan mengandung lagi. Karena kehamilan meningkatkan volume vaskuler secara drastis. Ketika kehamilan mencapai enam sampai delapan minggu terakhir, tekanan darah akan naik lagi. Dan akibatnya bisa fatal."

Bella masih mengingat jelas keterangan dokter John di Dublin. 1 Tahun yang lalu, saat Bella sedang berkunjung ke Ireland. Ia merasa pusing dan pandangan kabur seperti kejadian waktu ia kecil. Dan memutuskan untuk pergi check up. Munculah pernyataan seperti itu.
Awalnya Bella khawatir tapi ia bisa tenang karena ia sudah memiliki Angel dan Michael.
Tapi tidak disangka Mark menginginkan anak lagi.
Dan ternyata Bella positif hamil.

"Mark sangat menginginkan bayi ini. Aku tidak boleh egois. Bayi di dalam kandungan ku ini adalah darah daging ku. Aku tidak boleh egois memikirkan keselamatan diriku sendiri, Mark dan lainnya sangat senang dengan kabar ini. Aku tak bisa menghancurkan kebahagiaan mereka semua. Lagi pula menggugurkan kandungan itu adalah dosa besar." Kata Bella ke diri sendiri.

Mau bagaimana pun ia mencoba menghibur diri sendiri.
Ketakutan itu muncul lagi.
Ia sungguh tertekan dan takut.
Mukanya mulai memucat lagi, keringat dingin keluar dari pori-pori kulitnya.
Air matanya mulai bercucuran, ia mencoba menahannya sebisa mungkin.
Tapi air mata itu tetap saja keluar.
Lalu terdengar ketukkan di pintu.
Pintu terbuka dan terlihat 2 sosok anak kesayangannya yang lucu.
Seperti biasa Angel menggandeng tangan Michael.
Sebisa mungkin Bella menghapus air matanya.

"Mommy..." Kata Angel takut-takut
"Ya, sayang ?" jawabnya dengan senyum, tapi masih saja terlihat jelas Bella baru saja menangis.
"Mommy, Mico cayang Mommy." kata Michael seraya melepas gandengan tangan Angel dan naik keatas ranjang, berusaha memeluk Bella dengan tangan mungilnya.
Bella terkejut dengan apa yang didengarnya.
Kata Michael tadi, seolah-olah ia tau perasaan Bella saat ini.
Angel menghela nafas dengan senyum dan naik ke ranjang juga dari sisi yang lain.

" Mommy, no matter what. I will always love you. And our new family member" kata Angel dan mengecup pipi Bella.
Kata-kata Angel itu membuatnya semakin sedih.
Bella pun meneteskan air mata lagi.
Michael memandang wajah cantik ibunya yang sedang menangis.
Dengan tangan mungilnya, ia menghapus air mata yang ada di pipi ibunya seperti biasa Mark lakukan dan mencium dahi ibunya.

" I won't ask if you're not ready, mommy. I love you so much. And I know something is bothering you know. I'll wait till you ready, mom." Kata Angel lembut dan menyelimuti Ibunya dengan selimut.

Hati Bella semakin sedih dan tertekan.
Di lain sisi, ia senang anaknya sangat pengertian dan sayang padanya.
Tapi di lain sisi, ia takut mengecewakan dan kehilangan mereka.
Merasakan kehadiran 2 malaikat kecilnya itu membuatnya sedikit tenang dan terhibur, matanya sudah lelah karena menangis, batin dan fisiknya yang sudah sangat lelah.
Dengan mudahnya membuat Bella tertidur dengan kedua anaknya mengapitnya dengan penuh cinta.

TO BE CONTINUED